Bojonegoro — Suasana bulan suci Ramadhan dimanfaatkan secara produktif oleh petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Bojonegoro. Melalui program pembinaan kemandirian, kegiatan beternak bebek menjadi aktivitas utama yang dijalankan sebagai sarana pembelajaran sekaligus penguatan keterampilan bagi warga binaan. Sabtu, 21 Februari 2026
Kegiatan peternakan tersebut dilaksanakan di kawasan SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) LBIC Lapas Bojonegoro yang memiliki luas lahan mencapai 23, 7 hektare. Saat ini, peternakan didominasi oleh budidaya bebek dengan jumlah populasi mencapai sekitar 2.000 ekor. Setiap hari, petugas bersama WBP secara bergotong royong melakukan perawatan, pemberian pakan, hingga menjaga kebersihan kandang.
Program ini tidak hanya menjadi aktivitas pengisi waktu selama Ramadhan, tetapi juga bagian dari pembinaan berkelanjutan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan nyata sebelum kembali ke masyarakat.

Selain peternakan, kawasan SAE LBIC juga dimanfaatkan untuk berbagai program pertanian, di antaranya budidaya padi, kangkung, jagung, dan kacang. Tersedia pula kolam yang dimanfaatkan sebagai sarana pemancingan serta media pembelajaran pengelolaan perikanan secara sederhana.
Kepala Lapas Bojonegoro, Hari Winarca, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembinaan yang berorientasi pada kemandirian warga binaan.
“Melalui kegiatan peternakan dan pertanian ini, kami ingin memastikan warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat. Bulan Ramadhan menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pembinaan mental dan kemandirian mereka, sehingga setelah bebas nanti mereka sudah memiliki bekal untuk hidup mandiri, ” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan lahan SAE LBIC difokuskan sebagai sarana edukasi dan asimilasi, agar warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja nyata yang dapat membuka peluang usaha di masa depan.
Dengan adanya program ini, Lapas Bojonegoro terus berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berdampak langsung bagi proses reintegrasi sosial warga binaan.

AHMAD NURIYAN MASYHAR