BOJONEGORO – Lapas Kelas IIA Bojonegoro terus berkomitmen dalam mengoptimalkan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Hal ini dibuktikan dengan diterimanya kunjungan Tim Penilai dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun untuk melakukan survei lapangan pada Kamis (5/3).
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penilaian mendalam terhadap sejumlah aset berupa tanah dan bangunan di lingkungan Lapas yang diproyeksikan untuk dikerjasamakan melalui mekanisme sewa. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan bahwa setiap jengkal aset negara di Lapas Bojonegoro dikelola secara produktif dan memberikan nilai tambah bagi negara.

Didampingi oleh jajaran urusan umum, tim penilai menyisir titik-titik lokasi yang diusulkan guna memperoleh data primer. Data inilah yang nantinya menjadi rujukan resmi dalam menentukan nilai wajar sewa agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya mewujudkan tata kelola aset yang transparan dan bebas dari penyimpangan.
"Kehadiran tim ahli dari KPKNL Madiun hari ini adalah langkah penting bagi kami untuk memastikan semua prosedur pemanfaatan aset dilakukan secara akuntabel. Kami berupaya agar aset yang ada tidak idle, melainkan dapat dioptimalkan untuk meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), " tegas Hari Winarca.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi intensif dengan KPKNL akan terus dijalin agar proses administrasi dan legalitas pemanfaatan BMN di Lapas Bojonegoro berjalan tanpa hambatan dan sesuai aturan hukum.

Updates.