Bojonegoro – Suasana berbeda tampak di Lapas Kelas IIA Bojonegoro pada Kamis, 12 Februari 2026 malam. Seluruh pegawai dan warga binaan menjalani tes urine secara mendadak sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah konkret untuk memastikan Lapas Kelas IIA Bojonegoro tetap bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Meski sempat diwarnai ketegangan, proses pemeriksaan berjalan tertib dan lancar. Hasilnya pun membawa kabar baik: seluruh peserta tes dinyatakan negatif.
Salah seorang petugas yang enggan disebutkan namanya mengaku lega dengan hasil tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa komitmen bersama dalam menjaga integritas dan kedisiplinan benar-benar dijalankan, bukan sekadar formalitas.
Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar.

“Kami bersyukur hasil tes menunjukkan seluruh pegawai dan warga binaan negatif. Ini menjadi bukti bahwa komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan lapas yang bersih dan bebas narkoba benar-benar kita jalankan. Upaya pencegahan akan terus kami lakukan secara konsisten, ” ujarnya.
Tes urine tersebut melibatkan tim Dokter dari Kanwil Ditjenpas Jatim yang kebetulan sedang di tugaskan di Kabupaten Bojonegoro. Hal ini bertujuan guna memastikan proses pemeriksaan berlangsung objektif dan akurat. Keterlibatan pihak eksternal Lapas Bojonegoro ini juga menjadi bentuk transparansi dalam pelaksanaan pengawasan.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala maupun insidental. Langkah ini tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan agar warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan baik dan kembali ke masyarakat dalam kondisi yang lebih siap.

AHMAD NURIYAN MASYHAR