Bojonegoro – Lapas Kelas IIA Bojonegoro menerima kiriman warga binaan baru pada Rabu (18/02/2026). Warga binaan tersebut merupakan pindahan dari Rutan Kelas I Surabaya dalam rangka pemerataan hunian serta optimalisasi program pembinaan.
Setibanya di Lapas Bojonegoro, para warga binaan menjalani proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, serta pengenalan lingkungan blok hunian. Sebagai bagian dari tahapan awal pembinaan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Muhammad Setiawan memberikan sosialisasi mengenai aturan dan tata tertib yang wajib dipahami dan dipatuhi selama menjalani masa pidana.
Dalam arahannya, Ka. KPLP menegaskan pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap peraturan, serta menjaga keamanan dan ketertiban. Ia juga menekankan komitmen Lapas Bojonegoro dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari praktik pungutan liar (pungli) serta bebas dari peredaran handphone, pungli, dan narkoba (Halinar).
“Seluruh warga binaan baru wajib memahami dan menaati tata tertib yang berlaku. Di Lapas Bojonegoro tidak ada pungutan liar dalam bentuk apa pun. Selain itu, kami menerapkan komitmen Zero Halinar. Tidak ada toleransi terhadap kepemilikan handphone ilegal, praktik pungli, maupun penyalahgunaan narkoba, ” tegas Muhammad Setiawan di hadapan warga binaan baru.

Sementara itu, Kepala Lapas Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan bahwa seluruh jajaran berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Kami memastikan setiap warga binaan mendapatkan hak dan kewajibannya secara seimbang. Tidak ada pungli dalam pelayanan apa pun. Kami juga terus memperkuat komitmen Zero Halinar demi menciptakan suasana lapas yang aman, tertib, dan kondusif. Kami berharap warga binaan baru dapat segera beradaptasi serta mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik, ” ujar Kalapas.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan warga binaan baru memahami sejak awal budaya disiplin, integritas, serta komitmen bersama dalam menciptakan Lapas Bojonegoro yang bersih, aman, dan berorientasi pada pembinaan.

AHMAD NURIYAN MASYHAR